Pages

Rabu, 07 November 2012

KISTA SARCOMA FILODES



KISTA SARCOMA FILODES

 
NAMA KELOMPOK:
FITRINA RAHAYU
NISA UNNAJIAH
RELIA WATI
ZAHRO

 

 

 


 

 
1.   DEFINISI
Kista sarcoma filodes (tumor filodes) adalah fibroadenoma yang tumbuh meliputi seluruh mammae. Tumor filodes juga merupakan suatu neoplasma jinak yang bersifat menyusup (invasive) secara lokal dan dapat menjadi ganas (10-15%) dan (80-95%) jinak. Pertumbuhannya cepat dan dapat ditemukan dalam ukuran yang besar. Tumor ini timbul biasanya pada umur 35-40 tahun, Tumor filodes ini dapat berukuran kecil sekitar 3-4 cm, dan dapat pula dalam ukuran yang sangat besar dan membuat payudara menjadi besar (bengkak).
Nama kista sarcoma filodes berasal dari Muller (1838) karena mengandung kista-kista besar diantaranya banyak sekali jaringan ikat sehingga waktu itu diduga sarkoma. Di permukaan tumor terdapat banyak jaringan sperti lembaran-lembaran buku (phyllon).

 
ETIOLOGI
Tumor filodes secara nyata berhubungan dengan fibroadenoma dalam beberapa kasus, karena pasien dapat memiliki kedua lesi dan gambaran histologis, kedua lesi mungkin terlihat pada tumor yang sama. Namun, apakah tumor filodes berkembang dari fibroadenoma atau keduanya berkembang bersama-sama, atau apakah tumor filodes dapat muncul de novo, tidaklah jelas. Noguchi dan kolega telah mempelajari pertanyaan ini dengan analisis klonal dalam tiga kasus dimana fibroadenoma dan tumor filodes diperoleh berurutan dari pasien yang sama. Pada masing-masing kasus, kedua tumor monoklonal dan memperlihatkan alel inaktif yang sama. Mereka berargumen dengan meyakinkan bahwa tumor filodes memiliki asal yang sama dengan fibroadenoma, fibroadenoma tertentu dapat berkembang menjadi tumor filodes.

 
3.   PATOFISIOLOGIS
Bermula dari intralobular stroma dan jarang disebabkan oleh fibroadenoma. Tumor payudara ini biasanya tumbuh cepat, terkadang jinak, terkadang di batas antara jinak dan ganas dan terkadang ganas.
Tumor filodes (sistosarkoma filoides) merupakan suatu neoplasma jinak yang bersifat menyusup (invasive) secara local dan dapat menjadi ganas (10-15%). Pertumbuhannya cepat dan dapat ditemukan dalam ukuran yang besar. Tumor ini terdapat pada semua usia, tetapi kebanyakan terdapat pada usia sekitar 45 tahun.
Tumor filodes ini dapat berukuran kecil sekitar 3-4 cm, dan dapat pula dalam ukuran yang sangat besar dan membuat payudara menjadi besar (bengkak).
Tumor filodes merupakan neoplasma non-epitelial payudara yang paling sering terjadi, meskipun hanya mewakili 1% dari tumor payudara. Tumor ini memiliki tekstur halus, berbatas tajam dan biasanya bergerak secara bebas.Tumor ini adalah tumor yang relatif besar, dengan ukuran rata-rata 5 cm. Namun, lesi yang > 30 cm pernah dilaporkan.

 
4.   TANDA DAN GEJALA KLINIS
Adapun tanda dan gejala dari kista sarcoma filodes yaitu:
a.   Kulit di atas tumor mengkIiap, regang, tipis, merah dan pembuluh-pembuluh balik melebar & panas
b.   Jarang terjadi mestastasis (pembesaran kelenjar regional) hal ini yang menjadi petunjuk untuk membedakan tumor ini dari kanker karena jarang sekali kita menemukan kanker payudara dengan ukuran diameter 10 – 15 cm yang tidak bermestastasis dan menginfiltrasi kulit atau toraks
c.   Tumor tumbuh cepat, nekrosis dan radang pada kulit
d.   Tumor ini memiliki tekstur halus, berbatas tajam dan biasanya bergerak secara bebas. Tumor ini adalah tumor yang relatif besar, dengan ukuran rata-rata 5 cm
Haagensen melaporkan kira-kira satu tumor filodes untuk setiap 40 fibroadenoma. Distribusi usia luas, dari 10-90 pada seri Haagensen dari 84 pasien, namun dengan mayoritas antara 35 dan 55 tahun. Tumor bilateral sangat jarang, meskipun sebuah kasus luar biasa dari tiga buah tumor terpisah pada jaringan payudara ektopik aksila bilateral juga payudara normal telah dilaporkan. Tumor filodes jarang pada pasien dibawah usia 20 tahun, ketika muncul untuk memberikan reaksi terutama dengan cara jinak, tanpa memperhatikan corak histologis. Juga telah dijelaskan dalam kelenjar mirip mammae di vulva, payudara pria dan di prostat dan vesikula seminalis.
Kebanyakan tumor tumbuh dengan cepat menjadi ukuran besar sebelum pasien datang, namun tumor-tumor tidak menetap dalam arti karsinoma besar.Hal ini disebabkan mereka khususnya tidak invasif; besarnya tumor dapat menempati sebagian besar payudara, atau seluruhnya, dan menimbulkan tekanan ulserasi di kulit, namun masih memperlihatkan sejumlah mobilitas pada dinding dada.

 
5.   PENATALAKSANAAN
Tindakan: Karena potensi ganas dan lebih radikal dari fibroadenoma, biasanya dilakukan mastektomi, dengan pengangkatan fasia pektoralis
b.   Pascabedah diberi radiasi
c.   Usia penting dalam manajemen lesi-lesi ini. Dibawah umur 20, semuanya harus diterapi dengan enukleasi, karena mereka hampir selalu berperilaku dalam sikap jinak
d.   Terapi Bedah
Pada kebanyakan kasus cystosarcoma phylloides, melakukan eksisi luas normal, dengan lingkaran jaringan normal.Tidak terdapat aturan tentang besarnya batas. Namun, batas 2 cm untuk tumor kecil (< 5 cm) dan batas 5 cm untuk tumor besar (> 5 cm) telah dianjurkan.
Lesi tidak seharusnya "dikupas keluar", seperti yang mungkin dilakukan dengan fibroadenoma, atau angka rekurensi tanpa dapat diterima jadi meningkat.
a)   Jika tumor terhadap rasio payudara cukup tinggi untuk menghindarkan hasil kosmetik yang memuaskan dengan eksisi segmental, mastektomi total, dengan atau tanpa rekonstruksi, adalah sebuah alternative
b)   Prosedur yang lebih radikal tidak secara umum dibenarkan
c)   Melakukan diseksi nodus limfatikus aksila hanya untuk nodus yang dicurigai secara klinis. Namun, sebenarnya semua nodus ini reaktif dan tidak mengandung sel-sel maligna

 
6.   DETEKSI DINI
Sadari

 

Sadari adalah pemeriksaan payudara yg di lakukan sendiri oleh tiap wanita dengan cara tertentu secara berkala tiap bulan. Sadari dapat membantu menemukan kelainan atau penyakit payudara yang kemudian harus di pastikan oleh dokter. Waktu yang paling tepat untuk melakukan sadari adalah sekitar semiggu setelah hari terakhir menstruasi dengan cara:
a.       Berdirilah di depan cermin dan perhatikan apakah ada kelainan pada payudara.Biasanya kedua payudara tidak sama besar, putting tidak terletak pada ketinggian yang sama.Perhatikan apakah terdapat keriput, lekukan atau putting susu tertarik ke dalam. Bila terdapat kelainan itu atau keluar cairan atau darah dari putting susu segeralah pergi ke dokter
b.        Letakkan kedua lengan di atas kepala dan perhatikan kembali kedua payudara.Bungkukkan badan hingga payudara tergantung ke bawah dan periksa lagi. Berbaringlah di tempat tidur dan letakkan tanggan kiri di belakang kepala dan sebuah bantal di bawah bahu kiri.Rabalah payudara kiri dengan telapak dan jari – jari tangan kanan.Periksalah apakah ada benjolan pada payudara.Kemudian periksa juga apakah ada benjolan atau pembengkakan pada ketiak kiri
d.       Periksalah dan rabalah putting susu dan sekitarnya. Pada umumnya kelenjar susu bila diraba dengan telapak jari – jari tangan akan terasa kenyal dan mudah digerakkan.Bila terasa ada benjolan sebesar 1 cm atau lebih, segeralah pergi ke dokter. Lakukan hal yang sama untuk payudara dan ketiak kanan

 
7.   PENANGGULANGAN
Bedah
Belum lama berselang 'radikal' masih menjadi pedoman pada terapi kanker. Hal ini berarti, bahwa organ yang terkena dibuang bersama tumornya ditambah kelenjar-kelenjar limfe regional, dalam satu keseluruhan. Pedoman tersebut berubah sama radikalnya dengan operasi tersebut, menjadi suatu operasi yang menghemat organ. Hal ini dimungkinkan karena diagnosisnya ditentukan didalam stadium lebih dini dan berkembangnya penyinaran yang efektif. Jaminan bahwa tidak akan muncul kekambuhan atau tumor kedua didalam sisa organ tersebut, membuat 'pembedahan menghemat' menjadi suatu penanganan yang bertanggung jawab.untuk kangker payudara,hal itu berarti:mengeluarkan tumornya,diikuti oleh penanganan yang di takar secara seksama.
Hal itu tentu tidak cukup,dan bagaimana penyebarannya dikelenjar limfe regional.untuk hal ini,kelenjar penjaga hars diperiksa.bila negative,tidak perlu operasi pelengkap(tidak ditemukan tanda tanda kanker pada pemeriksaan mikroskopis dari kelenjar pengawal).jika hasilnya positif,kanker ada didalam kelenjar,sehingga harus dilakukan diseksi kelenjar limfe.

 
Terapi Yang Menghemat
Suatu terapi yang direncanakan kuratif,apabila mungkin,diawali dengan pembuangan tumor yang yang mempertahankan sebanyak mungkin jaringan payudara.hal ini hanya mungkin,apabila tumornys tidak terlalu besar dan tentu bergantung pada besarnya payudara.keuntungannya penghayatan tubuh,citra diri penderita tidak terlalu terganggu.kanker payudara sering menggungkit emosi tidak dikenal karena mutilasi yang terlibat disini.

 
Amputasi Payudara
Jika suatu opeasi penghematan tidak mungkin dilakukan,akan dilakukan amputasi payudara yang di modifikasi.pembedahan ini direncananakan kuratif dan merupakan modifikasi dari operasi payudara klsik pada kanker payudara menurut halstedt.disini selain payudar juga ikut serta otot otot dinding payudara sampai kerangka iga.bentiuk modifikasi diperkenalkan oleh patey.

 
Diseksi Kelenjar Ketiak
Tidak jarang sesudah diseksi kelenjar ketiak, yaitu pembuangan lewat operasi semua kelenjar limfe setempat, timbul keluhan keluhan akibat edema limfe, nyeri, mati rasa yang mengganggu di sebelah dalam lengan atas, otot payudara atau bahu kehilangan kekuatan, dan keterbatasan gerakan bahu. Edema limfe terutama terjadi sesudah kombinasi antara diseksi kelenjar dan penyinaran ketiak. Setelah kelenjar-kelenjar ketiak di angkat,hanya ada sedikit kemungkinan untuk penyaluran limfe dari sebelah depan dna belakang dinding payudara dan lengan dari sisi bersangkutan. Penyinaran membuat kapasitas penyaluran cairan lebih kecil lagi. Memang dapat terbentuk pembuluh –pembuluh kecil limfe yang baru, lewat jalan simpang ataupun tidak, tetapi inipun mudah terluka, apalagi di tambah adanya infeksi. Khususnya erysipelas, suatu radang kulit hebat yang terjadi dari luka kecil yang sering bahkan tidak diperhatikan,dapat menjadi beban yang terlalu berat bagi sisa system penyaluran. Oleh karena itu,sangat penting untuk mencegah luka. Jadi,dalam melakukan pekerjaan berbahaya di rumah atau kebun,syarat  penting yang harus di perhatikan adalah pemakaian sarung tangan yang kokoh. Tentu sja,tangan boleh digunakan pada aktivitas sehari-hari; hal itu justru memacu sirkulasi darah dan limfe. Selain itu,ada baiknya untuk pada saat istirahat, tidak membiarkan lengan invalid,menggantung pasif, melainkan setidaknya diistirahatkan pada ketinggian jantung. Pengambilan darah guna pemeriksaan laboratorium tidak boleh dilakukan dari lengan di sisi operasi. Tetapi,sekali lagi,penggunaan aktif dari lengan dan tangan adalah baik dan harus di pacu. Apabila ada tanda-tanda edema limfe,sebaiknya carilah bantuan dan memegang peranan. Bergantunglah pada factor- factor ini,diberiikan kemoterapi dan atau terapi hormonal (endokrin). Kemoterapi dosis tinggi dengan dukungan sel induk semakin banyak digunakan sebagai penanganan paliatif. Penanganan ini dapat memberikan remesi yang penting.
Kanker payudara sering merupakan tumor yang peka hormone. Untuk terapi paliatif,anti-esterogen manfaatnya tidak tergantikan. Pada penggunaan tamoksifen,ada periode terhentinya pertumbuhan tumor untuk waktu cukup lama. Tamofeksin,digunakan sebagai penunjang pada reseptor esterogen tumor positif,menyebabkan penurunan angka kematian pada penderita pra- dan pasca-menopause dengan atau tanpa metastasis kelenjar limfe. Dengan cara ini, kemungkinan timbulmya karsinoma di payudara lain berkurang 40 %. Namun, memang ada kemungkinan karsinoma leher rahim. Pada reseptor esterogen tumor negative,efeknya kurang jelas.

 
8.   PENCEGAHAN
Tahun-tahun ini, penggunaan tamofeksin sebagai tindakan profilaksis untuk mencegah kanker payudara telah dimulai diteliti. Penelitian ini melibatkan para wanita sehat yang mempunyai risiko tinggi atas kanker payudara. Ternyata, bahwa sesudah tujuan tahun,tercapai penurunan kanker payudara 45% pada para pengguna tamoksifen,dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan tamoksifen. Namun kerugianya juga jelas : jumlah penyulit (trombosis) berlipat ganda dan juga jumlah kanker rahim.
Meskipun hal ini Nampak serius, namun pilihan ini tidak sulit; kanker rahim umunya dapat ditangani lebih mudah dan lebih efektif dari pada kanker payudara, sementara thrombosis dapat dikontrol.
Inilah cara baru, perkembangan revolusioner. Setidaknya, inilah yang disarankan: mencegah kanker dengan sebuah pil kecil! Namun, belum dapat dipertanggungjawabkan untuk berbicara mengenai suatu terobosan. Paling tidak, belum sekarang, karena siapa yang tahu, apakah efek ini tetap ada dan siapa yang tahu, dampak jangka menengah dan panjang apa lagi yang ada di belakang tamoksifen, selain thrombosis dan kanker rahim? Pencegahan penting untuk kehidupan, tetapi harus pula dapat dilakukan sepanjang hidup. Sebab pada pencegahan, masalahnya menyangkut manusia sehat dan kanker yang tidak ada dan mungkin tidak pernah muncul. Hal ini menyangkut suatu risiko per orangan yang tidak kita kenal; risiko yang untuk kebanyakan orang, lebih tinggi atau rendah daripada risiko rata-rata. Kelihatannya masih akan makan waktu bertahun-tahun sebelum ada kepastian mengenai kemoprevensi ini: untuk siapa, keuntungannya lebih besar daripada kerugiannya dan untuk siapa hal itu tidak berlaku. Telah mulai dilakukan percobaan untuk bahan anti-estrogen baru, yaitu raloksifen yang diperkirakan tidak akan menyebabkan kanker rahim dan dapat menurunkan insidens kanker payudara 75%. Hasil penelitian yang membandingkannya dengan efek tamoksifen, masih harus ditunggu lima tahun lagi.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 
Grace, Pierce A., Borley, Neil R. 2006. At Glace Ilmu Bedah Edisi Ketiga.Jakarta:Erlangga.
Guyton, Arthur C. Hall, John E. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11.
Wiknjosastro, Hanifa, SpoG. Prof. dr. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
http://revymidwife.blogspot.com/2011/07/kista-sarkoma-philodes.html( diunduh pada tanggal 3 Mei 2012, Jam 13.30 WIB
Jong, Wim De, 2004. Kanker, Apakah Itu?. Jakarta: Arcan

11 komentar:

  1. temen-temen maaf ya mau tanya nich....he he khususnya nich buat yang buat judul tentang kista sarcoma filodes. kita tidak tahu apa sich... alel iknaktif dan de novo? itu tumor yang bagaimana.........?

    BalasHapus
  2. jazakillahu khoiron atas pertanyaan dari kelompok 2, kami akan mencoba untuk menjawab pertanyaan dari teman-teman, menurut literatur yang kami baca, " de novo " bukanlah tumor seperti yang teman2 maksudkan, melainkan "de novo" suatu lesi dan definisi dari Lesi de Novo tersebut adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan lesi yang sebelumnya tidak diobati.

    sedangkan alel iknaktif merupakan cacat pertama yang disebabkan oleh mutasi sel germinativum dan oleh kedua sel somatik berikutnya.

    maksud dari sel germinativum yaitu sama dengan lapisan sel basal, adalah lapisan keratinosit yang terletak di dasar epidermis tepat di atas dermis. Lapisan ini terdiri dari sel-sel kolumnar epitel sederhana yang menempel di membran basal. Sel-sel ini mengalami pembelahan sel (mitosis) yang cepat untuk mengisi kehilangan rutin kulit. Sekitar 25%-nya terdiri dari sel melanosit, yang memproduksi melanin untuk pigmentasi kulit dan rambut.

    teman2 kalo kurang jelaz kita bisa diskusikan lagi, keyyyy???

    BalasHapus
    Balasan
    1. thask ya.........atas penjelasannya(kelompok 2)

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
  3. pada pencegahan kista sarcoma di sebutkan diatas kan dengan menggunakan PIL LECIL .. nah kandungannya itu apa dan efeknya itu apa. mohon di jelaskan. trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf sebelumnya salah tulis, sebenarnya bukan PIL LECIL melainkan pil KECIL (tamoksifen),
      jazakumullahu khairan,, semoga bisa diterima..

      Hapus
  4. mencegah dengan tamoksifen, bisakah dijelaskan apa sih tamoksifen, dimana bisa didapatkan, dan berapa dosis pemberian, serta kapan mulai bisa mengkinsumsinya, selain itu indikasi dan kontranya apa ya???
    makasih jawabannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tamoksifen mempunyai nama generik Tamoksifen Sitrat dan di Indonesia diproduksi oleh PT Kalbe Farma dengan nama dagang Tamofen. Tamofen diindikaskan untuk terapi paliatif kanker payudara tingkat lanjut pada wanita yang telah menopause, juga sebagai obat tambahan setelah operasi atau radioterapi untuk kanker payudara dini yang dapat dioperasi pada wanita yang telah menopause, namun Tamofen ini dikontraindikasikan pada wanita hamil. Tamofen terdapat dalam bentuk sediaan tablet salut film 20 mg x 3 x 10 biji dan tablet salut film 10 mg x 3 x 10 biji dengan aturan pakai 2 kali sehari 1-2 tablet dan untuk kanker payudara stadium akhir digunakan setiap hari.

      Hapus
  5. Sorry sis...
    Mau tanya niehh..
    Bedanya sama kanker payudara apa dunkz..???
    Faktor resikonya apa aja..???
    Bentuk dari tumor ini sama ga kayak mastitis..??? tambahin gambar dari Kista sarcoma filodes ini duuunkz...
    Thankz yaa sis sebelumnya..
    Gomawo \(^.^)/

    BalasHapus
  6. Patofisiologi dari kista sarcoma adalah berasal dari intralobular stroma, mohon penjelasannya dunkz? Sama maksudd dari terapi enakleasi apa yaa....... ???? Thankzzz

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enukleasi merupakan suatu proses dimana dilakukan pembuangan total dari lesi kista. jadi kista harus dibedah dan diangkat sampai dengan akar dan intinya... tidak boleh tersisa... itu intinya...

      Hapus